Representasi Nelangsa pada Film Pendek Banyu Karya Richard Suwae dari Pandangan Semiotika Roland Barthes

Penulis

  • Digma Ihsan Nurrochman Universitas Singaperbangsa Karawang Author
  • Zainal Abidin Universitas Singaperbangsa Karawang Author
  • Made Panji Teguh Santoso Universitas Singaperbangsa Karawang Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/x166pm53

Kata Kunci:

Semiotika, Film Pendek, Pemerkosaan, Nelangsa

Abstrak

Nelangsa adalah sebuah kesedihan mendalam yang berorientasi pada perasaan yang dialami secara tidak sesuai dan tidak puas dalam realitas kehidupan. Kondisi nelangsa cenderung mengarah pada hilangnya sesuatu yang berharga, hilangnya afeksi, atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Penyampaian kesedihan saat ini sudah masuk dalam media elektronik seperti film pendek. Film pendek Banyu karya Richard Suwae adalah film yang menceritakan tentang kehidupan Sri, seorang wanita yang hidup bersama anaknya Banyu. Anak yang dilahirkan dari kasus pemerkosaan pada dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adegan-adegan yang merepresentasikan makna nelangsa melalui analisa tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Adegan yang menjadi objek penelitian terdiri dari lima adegan yang dapat menandakan makna nelangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pemerkosaan yang hamil, lebih memilih mengaborsi karena khawatir anak tersebut mengalami kondisi hidup yang nelangsa, kurangnya penegakan hukum untuk orang-orang miskin dan nelangsa, dan menjadi seorang pelacur bukanlah sebuah keinginan tetapi sebuah keterpaksaan.

Unduhan

Diterbitkan

2021-10-25

Terbitan

Bagian

Articles