Analisis Wacana Kritis Film Dokumenter “Sexy Killers” Karya Sutradara Dandhy Dwi Laksono
DOI:
https://doi.org/10.36914/f458vy94Kata Kunci:
analisis wacana kritis, film dokumenter, teori wacana norman faircloughAbstrak
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sutradara Dadhy Dwi Laksono. Hasil penelitian menunjukkan pemakai bahasa menggunakan pilihan kata yang bermetafora negatif. Pada tingkat relasi, pemerintah sebagai kekuatan dominan yang menguasai media memegang kuasa mengendalikan masyarakat dengan memanipulasi wacana bahwa pembangunan PLTU adalah untuk kemaslahatan bersama. Elemen praktik produksi wacana, mengindikasikan sutradara Film Sexy Killers memiliki prinsip daripada menggunakan uang untuk sekolah S2 atau S3, lebih baik menggunakan uang untuk memahami dan belajar dari “orang” Indonesia dan hasilnya bisa dishare ke orang lain.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 STIKS

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).













