Marginalisasi Masyarakat Indonesia Timur Dalam Program Waktu Indonesia Timur Net Tv

Penulis

  • Altobeli Lobodally Kalbis Institute Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/3pndgx35

Kata Kunci:

marginalisasi, masyarakat Indonesia timur, budaya populer, semiotika, televisi

Abstrak

Masyarakat Indonesia Timur seringkali menjadi bahan lelucon. Baik karena faktor fisik yang berbeda maupun karena  ketetinggalan  informasi  yang  seringkali  dialami  oleh  masyrakat  Indonesia  Timur,  akibat  kontur geografis yang jauh dengan pusat pemerintahan. Hal tersebut bahkan juga muncul dalam Program Waktu Indonesia Timur NET TV. Untuk itu, penelitian ini akan berupaya membongkar marginalisasi masyarakat Indonesia Timur yang muncul dalam program tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori  Budaya  Populer.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif  dengan  metode  analisis  isi- semiotika.  Khususnya  semiotika  Roland  Barthes.  Peneliti  menemukan  bahwa  Program  Waktu Indonesia Timur NET TV memandang Masyarakat Indonesia Timur sebagai pihak yang mengalami keterbelakangan baik informasi maupun pembangunan, fisiknya ditunjukkan sebagai   individu yang aneh  dan tidak tepat menjalani profesi yang menjaga garda terdepan atau menjadi simbolisasi sebuah perusahaan, Masyarakat Indonesia Timur juga mengalami dehumanisasi, pelaku tindakan kriminal, tidak memiliki kedudukan dan status ekonomi yang tinggi, dan bahkan juga tidak memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Disamping itu, peneliti juga menemukan bahwa Masyarakat Indonesia Timur dijabarkan sebagai bangsa yan g tertinggal dan termarjinalkan, serta  digambarkan sebagai masyarakat yang hidup dalam kasta terbawah dan memiliki pola  kehidupan  yang  sulit  dan  tidak  dapat  melakukan  pekerjaan-pekerjaan  mulia.  Upaya  marginalisasi tersebut muncul sebagai bentuk ideologi budaya populer.

Unduhan

Diterbitkan

2020-04-30

Terbitan

Bagian

Articles