Implementasi Spreadsheet Monitoring untuk Meningkatkan Efisiensi Alur Kerja Administrasi Studi Kasus Pada Kantor Hukum
DOI:
https://doi.org/10.36914/jak.v11.i2.518Kata Kunci:
Google Spreadsheet, Monitoring, Sebab-akibat, Instruksi Kerja, Administrasi PerkantoranAbstrak
Pengelolaan kegiatan perkantoran secara tertib dan terstruktur merupakan fondasi utama yang menentukan kelancaran seluruh proses operasional suatu organisasi, termasuk pada organisasi yang bergerak di bidang pelayanan jasa hukum. Ketergantungan pada komunikasi yang tidak tercatat dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung kelancaran kerja, sehingga dibutuhkan sistem pemantauan yang lebih teratur agar setiap tugas dapat diselesaikan tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas monitoring instruksi kerja internal pada unit administrasi Firma Hukum Rudal & Partners sebagai upaya mendukung ketertiban operasional dan peningkatan efisiensi kerja. Permasalahan diidentifikasi melalui observasi, wawancara, dan keterlibatan langsung dalam operasional harian, kemudian dianalisis menggunakan diagram sebab-akibat (fishbone diagram) berdasarkan kerangka 4M (Methods, Manpower,Machine,Materials). Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan utama bersumber dari ketiadaan prosedur pencatatan yang terstandarisasi, ketidakseimbangan beban kerja akibat lonjakan volume perkara, ketergantungan pada group WhatsApp sebagai media distribusi instruksi, serta ketidakseragaman format pengajuan penugasan. Guna menentukan prioritas intervensi, dilakukan pembobotan menggunakan teknik matriks prioritas masalah berdasarkan parameter Magnitude, Importance, Vulnerability dibagi Cost (M x I x V)/C. Berdasarkan hasil pembobotan tersebut, pembuatan formulir monitoring instruksi kerja terstandarisasi berbasis Cloud spreadsheet menggunakan Google Sheets terpilih sebagai alternatif solusi dengan skor tertinggi. Penerapan dashboard digital ini terbukti meningkatkan transparansi alur kerja, mempercepat akses informasi status penugasan secara real-time, serta mereduksi ketergantungan terhadap konfirmasi verbal yang tidak efisien.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nadya Sinulingga, Maria F. Lies Ambarwati (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











