ANALISIS PENGELOLAAN MUSEUM MULTATULI SEBAGAI PUSAT EDUTAINMENT DI KABUPATEN LEBAK
DOI:
https://doi.org/10.36914/a4z3a023Kata Kunci:
Edutainment, Manajemen POAC, Museum MultatuliAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Museum Multatuli sebagai pusat edutainment masyarakat di Kabupaten Lebak melalui kerangka kerja fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dari George R. Terry. Sebagai museum antikolonial pertama di Indonesia, Museum Multatuli menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan fungsi pelestarian sejarah dan tuntutan kebutuhan rekreasi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non partisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Museum Multatuli sebagai pusat edutainment masyarakat di Kabupaten Lebak sudah berjalan dengan baik melalui penerapan fungsi manajemen POAC yang konsisten seperti aspek perencanaan sudah ada penetapan tujuan yang jelas dibuktikan adanya visi misi museum multatuli. Aspek pengorganisasian sudah melakukan penyusunan struktur organisasi yang jelas namun untuk pengalokasian sumber daya masih kurang khususnya bagian konservator. Aspek penggerakan sudah baik terlihat dari kepemimpinan, wewenang dan tanggungjawab seperti bagian eduktor diarahkan menjadi pemandu setiap kegiatan tour yang dilakukan pada museum multatuli. Terakhir aspek pengawasan sudah baik terlihat dari laporan pelaksanaan kegiatan yang dibuat setiap tahun, bisa diakses juga oleh masyarakat melalui website, selain itu tersedia survei kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh museum multatuli.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Universitas Tarakanita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Artikel ini merupakan artikel akses terbuka yang didistribusikan berdasarkan ketentuan dan persyaratan Creative Commons Attribution–NonCommercial–ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).










