Strategi Penguatan Manajemen Ekonomi Masyarakat Baduy Luar Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.36914/vf2ny218Abstrak
Masyarakat adat Baduy Luar dikenal sebagai komunitas yang mempertahankan nilai tradisi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dalam praktiknya masyarakat Baduy Luar juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ekonomi modern, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sederhana dan praktik keuangan modern seperti menabung di lembaga perbankan. Fenomena ini mencerminkan adanya literasi ekonomi dan literasi digital yang berkembang secara kontekstual di luar jalur pendidikan formal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memetakan bentuk literasi ekonomi masyarakat Baduy Luar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, mengidentifikasi pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi, serta mendeskripsikan praktik keuangan modern yang dijalankan tanpa meninggalkan nilai dan norma adat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif-kontekstual melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terbatas, dan studi dokumentasi. Subjek kegiatan meliputi pelaku aktivitas ekonomi lokal dan tokoh masyarakat Baduy Luar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa literasi ekonomi masyarakat Baduy Luar berkembang melalui pembelajaran nonformal dan informal yang bersumber dari pengalaman hidup, interaksi sosial, dan pewarisan nilai budaya secara turun-temurun. Pemanfaatan teknologi seperti telepon genggam dilakukan secara selektif dan fungsional untuk kepentingan komunikasi ekonomi, seperti perdagangan dan akses informasi, tanpa mengubah pola hidup sederhana yang dianut. Selain itu, sebagian masyarakat telah menerapkan praktik menabung di lembaga perbankan sebagai strategi pengelolaan keuangan keluarga dan perlindungan ekonomi jangka panjang. Praktik tersebut dipahami sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan ekonomi modern yang tetap selaras dengan prinsip adat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas tidak selalu berada dalam posisi yang bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan secara fungsional dalam kehidupan ekonomi masyarakat adat. Pendekatan pengabdian yang partisipatif dan sensitif budaya terbukti efektif dalam menggali potensi literasi ekonomi masyarakat Baduy Luar serta membangun ruang dialog reflektif antara akademisi dan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pengabdian lanjutan yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi akademik terhadap kajian literasi ekonomi masyarakat adat di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nika Sintesa Grinika, Hari Muharam, Ria Estiana (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
.










