Budaya Binge-Watching dan Keterikatan Emosional terhadap Konten Streaming: Studi Kasus Pengguna Netflix di Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.36914/6137k327Kata Kunci:
keterikatan emosional, netlix, jakarta, kapitalisme platform, komunikasi digital, nonton marathonAbstrak
Binge-watching kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, terutama di kota besar seperti Jakarta. Namun, di balik kesan santai dari aktivitas ini, tersembunyi interaksi kompleks antara emosi, teknologi, dan tekanan sosial. Studi ini menelusuri bagaimana pengguna Netflix di Jakarta membentuk keterikatan emosional yang kuat dengan konten yang mereka tonton, dari rasa kehilangan setelah serial tamat, hingga kebiasaan larut malam yang sulit dihentikan karena fitur autoplay. Melalui survei terhadap 88 responden dan analisis tematik terhadap narasi mereka, ditemukan bahwa lebih dari 70% responden mengalami keterlibatan emosional tinggi yang dipicu oleh desain platform dan algoritma rekomendasi.
Dengan menggunakan pendekatan teoretis DSMM, Uses and Gratifications, dan MAIN Model, penelitian ini menunjukkan bahwa binge-watching bukan sekadar pilihan hiburan, melainkan bentuk pelarian emosional yang telah direkayasa secara sistematis oleh platform digital. Netflix tidak hanya menyajikan tontonan, tetapi juga mengatur ritme afeksi penggunanya melalui desain sistem yang secara halus mendorong keterlibatan tanpa henti. Dalam konteks kota megapolitan seperti Jakarta, di mana ruang dan waktu personal kian menyempit, binge-watching menjadi tempat bersembunyi yang terasa aman namun penuh jebakan emosional. Studi ini merekomendasikan pentingnya etika desain platform dan literasi digital yang tidak hanya fokus pada data, tetapi juga pada bagaimana emosi kita dimediasi dan dikomodifikasi oleh sistem.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Universitas Tarakanita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).













