Pengaruh Komunikasi Empatik dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia dalam Layanan Homecare
DOI:
https://doi.org/10.36914/dd986x21Kata Kunci:
Komunikasi Empatik, Dukungan Sosial, Kesejahteraan Lansia, Homecare, KomunikasiAbstrak
Indonesia dapat disebut telah masuk ke dalam fase aging population dengan jumlah lansia sebesar 32,57 juta jiwa pada tahun 2024. Hal ini dapat menimbulkan penambahan kebutuhan layanan perawatan berbasis rumah (homecare). Saat ini praktik layanan rumah dengan pendekatan medis-teknis cenderung mendominasi dan sering mengabaikan dimensi komunikasi sebagai tempat pembentukan makna dan relasi. Tujuan penelitian ini adalah menguji secara empiris pengaruh komunikasi empatik dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis lansia dalam konteks layanan homecare. Kuantitatif eksplanatif adalah pendekatan yang dipilih dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert terhadap 30 responden lansia di wilayah Yogyakarta. Analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan simultan antarvariabel. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa komunikasi empatik dan dukungan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis lansia (p < 0,05). Hasil penelitian menegaskan bahwa kualitas interaksi interpersonal yang dialogis dan suportif berperan penting untuk menurunkan kecemasan, tingkat kesepian, serta memperkuat maka hidup dalam kehidupan lansia. Model layanan homecare perlu beralih menuju pendekatan holistik yang menggabungkan kompetensi medis, komunikasi yang peka serta jejaring dukungan sosial yang kuat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Universitas Tarakanita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).













