Representasi Pengelolaan Informasi Privat dalam Film: Analisis Semiotik Film 'We Live in Time'
DOI:
https://doi.org/10.36914/m2ve2n87Kata Kunci:
Teori CPM; Semiotika; Film; Informasi KesehatanAbstrak
Film sebagai medium komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial yang kompleks, termasuk dinamika komunikasi interpersonal. Penelitian ini menganalisis film We Live in Time (2024) yang menampilkan kisah pengungkapan informasi kesehatan berupa diagnosis kanker dalam hubungan romantis. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Communication Privacy Management (CPM) dari Sandra Petronio, yang menekankan bahwa pengungkapan informasi pribadi merupakan proses pengelolaan batasan privasi (privacy boundaries) melalui mekanisme boundary ownership, boundary linkage, boundary coordination, dan boundary turbulence. Untuk memahami konstruksi makna dalam film, penelitian ini juga menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang membedakan tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan analisis interpretatif terhadap adegan-adegan kunci yang merepresentasikan proses pengungkapan informasi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film We Live in Time merepresentasikan dilema antara privasi dan keterbukaan, serta menegaskan peran cinta dan kepercayaan sebagai ruang aman untuk berbagi informasi sensitif. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi interpersonal dengan memperlihatkan bagaimana media populer dapat menjadi sarana reflektif untuk memahami praktik pengungkapan privasi dalam konteks kesehatan dan hubungan romantis.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Universitas Tarakanita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).













