Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Rantau dalam Menghadapi Culture Shock di Madura
DOI:
https://doi.org/10.36914/a201z864Kata Kunci:
Komunikasi Antarbudaya, Gegar Budaya, Adaptasi Budaya, Budaya Madura, Mahasiswa RantauAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran bentuk komunikasi antarbudaya mahasiswa rantau yang mengalami culture shock pada saat melanjutkan pendidikan di Madura. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan teknikanalisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman.Teknik pengumpulan data diperoleh dari wawancara mendalam (in-depth interview). Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terencana-tidak terstruktur. Proses wawancara ini dilakukan sesuai dengan beberapa pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya, namun juga tidak terpaku pada format yang telah dibuat. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai informan yang merupakan mahasiswa rantau di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan. Dari penelitian ini, ditemukan hasil untuk beradaptasi dalam menghadapi culture shock, mahasiswa rantau di Madura melakukan beberapa bentuk komunikasi antarbudaya diantaranya yaitu dengan cara komunikasi verbal dan nonverbal, akulturasi, toleransi dalam pluralisme, dan komunikasi sosial antarbudaya dan budaya sejenis yang diterapkan di lingkungan baru.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).













