Flipped Classroom For Tarakanita Secretarial School
DOI:
https://doi.org/10.36914/9zr5g096Kata Kunci:
flipped classroom, sekolah vokasi, TarakanitaAbstrak
Tahun akademik 2019/2020, sebagian besar mahasiswi yang kuliah di STIKS Tarakanita berada di usia sekitar 19-21 tahun. Pada usia tersebut, mereka telah diperkenalkan pada gawai dan kemajuan tenologi yang begitu luar biasa. mereka biasa disebut Generasi-Z. Hal ini mempengaruhi sistem pendidikan yang dirancang sedemikian rupa sehingga Generasi-Z merasa nyaman belajar. Sistem flipped classroom dikembangkan untuk mengakomodasi para siswa yang terikat dengan internet dan gawai. Dengan mengaplikasikan flipped classroom, para siswa diharapkan menggunakan gawai dan fasilitas internet untuk mengunduh materi sehingga pelajaran di kelas berfokus pada diskusi. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana flipped classroom diaplikasikan di STARKI dengan melihat kurikulum, tujuan sekolah vokasi, dan teori flipped classroom. Selain itu, tulisan ini juga bertujuan untuk melihat kemungkinan STARKI mengaplikasikan flipped classroom untuk mata kuliah lain dan apa saja tantantangan serta kendala dalam pengaplikasian flipped classroom d STARKI.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 STIKS

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This article is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution–NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC 4.0).










