Strategi Manajemen Impresi Dalam Mewujudkan Citra Agen Pada Bisnis Multi-Level Marketing: Studi Kasus Oriflame Indonesia

Authors

  • Stephanie Bella Saputri Universitas Pelita Harapan Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tn5d9a56

Keywords:

Manajemen Impresi, Instagram, Multi-Level Marketing, Strategi Komunikasi, Citra Positif.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen impresi yang dilakukan oleh agen Oriflame melalui media sosial Instagram dalam membangun citra profesional dan kredibilitas bisnis Multi-Level Marketing (MLM. Dalam konteks industri yang sering menghadapi stigma negatif, media sosial menjadi arena strategis bagi agen untuk menampilkan identitas profesional, moral, dan sosial yang dapat meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui observasi konten, wawancara mendalam dengan tujuh informan, serta analisis dokumentasi digital. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ingratiation menjadi bentuk manajemen impresi paling dominan, diwujudkan melalui narasi kebersamaan, empati, dan dukungan soial yang membangun citra ramah dan dapat dipercaya. Strategi self-promotion dan exemplification digunakan secara selektif untuk menegaskan kompetensi, kredibilitas, serta moralitas profesional, sedangkan supplication diterapkan secara terbatas untuk menjaga keseimbangan antara kedekatan emosional dan citra profesional. Analisis dramaturgi Goffman memperlihatkan bahwa Instagram berfungsi sebagai panggung depan tempat agen menampilkan citra ideal, sementara ruang privat seperti direct message dan close friends menjadi panggung belakang untuk mengelola realitas personal yang tidak terekspos publik. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen impresi di era digital bersifat dinamis dan multidimensi, melibatkan negosiasi berkelanjutan antara keautentikan, strategi visual, dan logika algoritmik. Secara teoritis, penelitian ini menekankan fungsi representasi korporatif dari praktik manajemen impresi. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya pedoman etika komunikasi digital yang menekankan transparansi, empati, dan konsistensi dalam membangun reputasi bisnis berbasis jaringan di era ekonomi digital.

 

Published

30-10-2025

Issue

Section

Articles